Selasa, 25 Mei 2010

MENYULAP KRIPIK PISANG MENJADI UANG

MENYULAP KRIPIK PISANG MENJADI UANG
Mungkin diantara kita pernah bermimpi. Begitu juga halnya dengan Sinta. Perempuan yang lahir pada tanggal 24 0ktober 1986, Teluk Betung ini, memiliki mimpi untuk menjadi seseorang yang sukses dan mengangkat keluarganya keluar dari kemiskinan.
Sinta merupakan sosok wanita yang terbilang ulet, gigih dan cerdas. Bayangkan saja saat ia duduk di kelas 2 SMA, ia harus membantu keluarganya untuk mencari uang. Ini ia lakukan untuk menopang kebutuhan keluarganya dan kehidupannya sehari-hari.
Pada saat itu, Sinta mendapatkan peluang untuk bekerja di pabrik pisang. Selama ia bekerja di pabrik pisang tersebut, ia mengambil ilmu dan pelajaran dalam memproduksi kripk pisang. Bermodal dari pengetahuannya itu, membuat Sinta berfikir untuk mengolah dan mempunyai usaha kripik pisang sendiri. Sampai akhirnya ia mengumpulkan uang higga Rp 3 juta untuk modal awal membuat kripik pisang.
Persaingan dalam membuat kripik pisang ini sudah diketahui Sinta sangat berat. Apalagi didaerah tempat tinggalnya sekarang “Lampung”, terkenal dengan panganan yang berasal dari olahan pisang. Perkembangan olahan rasa di daerah ia pun telah berkembang. Dari hanya rasa gurih asin, sampai akhirnya sekarang dengan berbagai varian rasa yang berbeda. Selain itu juga ada standar kualitas dalam membuat kripik yang harus di terapkan dalam system pembuatannya.
Mengetahui persaingan yang sangat berat ini, membuat Sinta harus berfikir lebih kreatif dan inovatif. Sinta tidak hanya mengolah dan memanfaatkan pisang saja. Tetapi ia juga memanfaatkan hasil bumi yang lainnya. Diantaranya singkong, ubi jalar, talas dan sukun.
Kendala, inilah yang menjadi hal penting dalam setiap usaha kita. Begitu pula dengan usaha yang di rintis oleh Sinta ini. Misalkan saja dalam hal memasarkan hasil olahan yang sudah di produksi. Sampai akhirnya dating bantuan dari saudaranya dan dua orang temannya yang sudah di bilang berpengalaman. Mereka sudah tahu dan mengerti apa yang seharusnya mereka kerjakan.
Setelah usaha kripik Sinta ini berjalan, Sinta pun memberikan nama usahanya ini dengan Istana Kripik Ibu Merry. Nama depannya diambil dari nama ibunya yang bernama Ibu Merry. Tujuannya ialah, ia ingin orang banyak mengetahui bahwa nasib orang bisa berubah.
Bisnis kripik pisang Sinta ini pun terus berjalan dan menjadi pilihan hidupnya. Keuntungan demi keuntungan pun ia dapat. Manis pahitnya usaha yang dijalankannya pun terus berjalan dan dirasakan. Sampai akhirnya Sinta berhasil mewujudkan mimpinya sejak ia masih kecil. Yaitu ia ingin memiliki rumah sendiri, walaupun tidak megah dan besar. Karena sejak kecil Sinta dan keluarganya selalu berpindah-pindah tempat tinggal. Selain itu sekarang Sinta mampu melanjutkan kuliahnya di Fakultas Ekonomi, Universitas Lampung, Sumatra dengan hasil jerih payah kerja kerasnya menjual kripik pisang.
Sebenarnya jiwa bisnis yang dimiliki Sinta sudah terlihat pada saat ia duduk di bangku 6SD. Pada saat itu ia juga telah berbisnis kecil kecilan, dengan menjual secara diam-diam kripik pisang. Dan pada saat ia duduk di bangku SMP, ia membantu ayahnya bekerja di bengkel teralis besi. Jelas saja ia berhasil dalam mengembangkan usaha kripik pisangnya. Keuletan dan ketangguhan yang dimilikinya menghantarkan ia kepintu keberhasilan.
Dunia bisnis dan usaha tentu saja memiliki banyak persaingan diantara pengusaha yang lain. Namun Sinta menanggapi ini semua dengan membuat inovasi baru, yaitu 9 rasa kripik diluar rasa yang standar. Selain itu salah satu cara agar menarik pemeli, ia membiarkan pembeli untuk mencicipi kripik pisang buatannya.
Kerja keras, semangat, kretifitas dan keuletan sangat diperlukan untuk menggapai hasil yang memuaskan seperti Sinta. Begitu halnya dengan Sinta, ia pun tidak lupa berdoa agar usahanya berjalan terusdengan lancar. Seain itu Sinta juga tidak melupakan masyarakat yang berada di bawahnya. Yaitu dengan memberikan zakat.
Sekarang usaha Sinta sudah berjalan selama 13 tahun. Sinta sudah mampu memperkerjakan 13 karyawan, yang diantaranya ialah tetenga-tetenganya. Sinta selalu berfikir untuk mensejahterakan masyarakat disekitarnya dari hasil usahanya itu.
Dengan membaca kisah sukses Sinta ini, kita dapat mengambil kesimpulan. Bahwa kesuksesan dapat diraih karena adanya kerja keras, kesabaran, dan keuletan serta doa. Kita juga diajarkan untuk selalu rendah hati pada saat kita telah mencapai titik kesuksesan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar